Budidaya Cabe Rawit Dengan Mudah

Budidaya Cabe Rawit Dengan Mudah

Cabe rawit yang mempunyai nama latin Capsicum frutescens adalah tipe cabe yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Untuk wilayah tropis, Indonesia berpotensi besar untuk membudidayakan cabe rawit. Cabe rawit biasanya mempunyai tingkat kepedasan di atas cabe merah atau cabe keriting. Cabe rawit mempunyai beberapa kelebihan dibanding dengan cabe merah atau cabe keriting. Cabe rawit cukup tahan pada hama serta penyakit dan mempunyai umur produktif yang lebih panjang. Bila dibudidayakan secara benar cabe rawit dapat berproduksi sampai 2 sampai 3 tahun. https://elokfarm.com/2020/03/14/apakah-cabe-pelangi-bisa-dimakan/

Cabe rawit dapat tumbuh dimanapun serta gampang menyesuaikan dengan lingkungan. Namun cabe rawit lebih maksimal bila dibudidayakan pada dataran rendah dengan ketinggian 0 – 500 mdpl. Bila ditanam didataran di atas 1000 mdpl, produktifitas menyusut. Tanaman cabe rawit membutuhkan cahaya matahari penuh atau minimum 8 jam/hari. pH idela untuk menanam cabe rawit ialah 6, 5 sampai 7.

Tempat untuk budidaya cabe rawit seharusnya ialah tempat yang steril. Yaitu tempat yang tidak pernah ditanami cabe awalnya atau minimal tidak ditanami cabe minimum sepanjang 6 bulan. Cabe rawit pun tidak baik ditanam pada tempat yang bersisihan dengan tempat cabe yang ditanam terlebih dulu.

Pertama sekali yang perlu dilaksanakan ialah bersihkan tempat dari rumput atau gulma serta sisa-sisa tanaman awalnya. Selanjutnya dilaksanakan penggemburan tanah. Bikinlah bedengan dengan lebar 90 – 100 cm, tinggi serta panjang bedengan sesuai dengan keadaan tempat. Pengerjaan bedengan mempunyai tujuan untuk hindari tergenangnya air waktu hujan turun. Jarak antar bedengan di antara 60 – 70 cm.

Sesudah usai membuat bedengan, langkah setelah itu penaburan pupuk fundamen. Pupuk fundamen untuk tanaman cabe rawit diantaranya pupuk kandang/kompos, TSP, ZA serta KCL. Pupuk fundamen ditaburkan 10 – 15 hari sebelum dilaksanakan penanaman. Taburkan pupuk dolomit bila pH tanah di bawah 6. 5. Cabe rawit dapat ditanam dengan mulsa plastik atau tanpa ada mulsa plastik. Jarak tanam 70 x 60 cm atau 80 x 60 cm. Langkah pemupukan fundamen lebih detil silakan baca “Panduan Pemberian Pupuk Fundamen Tanaman Cabe”

Benih cabe rawit yang dapat ditanam berbagai macam, dapat cabe lokal atau cabe hibrida. Untuk benih bikinan sendiri dari cabe lokal, pilih buah cabe dari pohon yang sehat. Pakai buah cabe yang telah masak prima yakni buah yang telah merah seluruhnya di antara 90 – 100%. Buah cabe yang baik ialah buah hasil dari panen ke-4 sampai ke-6.

Penyemaian dapat dilaksanakan dengan 2 langkah, yaitu memakai polybag atau tebar bedeng. Benih yang baru dibikin langsung dapat disemai. Sedang benih yang telah cukup lama, sebelum disemai benih di rendam memakai air hangat kuku serta ZPT. Juga bisa di rendam memakai air bawang merah. Bawang merah memiliki kandungan ZPT alami yang berperan untuk merangsang akar serta percepat perkecambahan. Bibit cabe dapat ditanam kelahan pada umur 25 – 30 hari sesudah semai. Untuk tutorial menyemai benih cabe dengan cara komplet, silakan baca “Cara Menyemai Benih Cabe”

Bibit cabe ditanam kelahan pada umur 25 – 30 hari sesudah semai. Penanaman seharusnya dilaksanakan pada sore hari. Pilih bibit cabe yang sehat, dengan beberapa ciri mempunyai vigor yang kuat serta mempunyai daun yang berwarna hijau fresh. Sesudah penanaman selekasnya kerjakan penyiraman supaya tanaman tidak layu. Bila musim hujan pakai jarak tanam 80 x 60 cm, sedang pada musim kemarau jarak tanam 70 x 60 cm. Pada musim hujan jarak tanam seharusnya tidak rapat supaya lingkungan tidak lembab. Lingkungan yang lembab mengakibatkan penyakit cendawan bertumbuh secara cepat.

Ajir atau lanjaran dibutuhkan untuk menyokong tanaman supaya berdiri kuat. Ajir seharusnya dipasang sebelum penanaman, atau selekasnya sesudah penanaman usai. Selanjutnya tanaman cabe rawit diikat memakai tali. Ajir dapat memakai kayu atau bambu. Ajir ditancapkan dengan jarak kira-kira 5 cm dari tangkai tanaman. Bila tanaman telah besar, ajir dipasang dengan tempat miring membuat pojok 30 atau 45 derajat supaya tidak mengakibatkan kerusakan akar tanaman.

Kerjakan penyulaman selekasnya bila ada tanaman yang mati atau terkena penyakit. Penyulaman dilaksanakan minimal sampai tanaman berumur 2 minggu. Membersihkan rumput serta gulma liar yang tumbuh di sekitar tanaman supaya tidak mengganggu tanaman. Bersihkan gulma berguna juga untuk meminimalkan gempuran hama serta penyakit. Gulma bila dibiarkan dapat jadi tempat bersembunyi atau inang hama serta penyakit.

Penyiraman dilaksanakan bila dibutuhkan, frekwensi penyiraman sesuai dengan keadaan serta keperluan. Bila musim kering atau musim kemarau kerjakan penyiraman sekerap kemungkinan, supaya tanaman tidak mati kekeringan. Penyiraman dapat dilaksanakan dengan kocoran atau merendam bedengan (Leb).

Pemupukan susulan pertama-tama dapat dilaksanakan waktu tanaman cabe rawit berumur 2 minggu sesudah tanam. Pemupukan pertama memakai pupuk NPK sekitar 3 kg/ 1000 tanaman. Larutkan pupuk dengan 200 liter air, kocorkan pada tanaman cabe rawit sekitar 200 ml per tanaman. Pemupukan setelah itu dilaksanakan tiap 1 minggu dengan tambahan dosis dengan cara periodik. Pemakaian pupuk sesuai dengan keperluan tanaman. Pupuk yang biasa dipakai ialah NPK, KCL, TSP, ZA, KNO3 atau MKP.

Penyemprotan pupuk daun dibutuhkan untuk penuhi keperluan faktor hara mikro. Penyemprotan pupuk daun dilaksanakan tiap 1 minggu. Supaya lebih praktis, penyemprotan dapat dilaksanakan bertepatan dengan insektisida atau fungisida.

Hama serta penyakit tanaman cabe rawit sama seperti dengan cabe merah atau cabe keriting. Hama serta penyakit itu diantaranya ;

Hama tanaman cabe rawit : Ulat grayak, ulat tanah, jangkrik, tungau, thrips, aphids/kutu daun, bekicot serta lalat buah.

Penyakit tanaman cabe rawit : Layu fusarium, layu bakteri, antraknosa/patek, virus gemini, bercak daun, busuk tangkai serta busuk buah.

Pengaturan dapat dilaksanakan dengan penyemprotan insektisida serta fungisida.

Langkah pengaturan lebih detil dapat disaksikan di : Langkah Mengatur Hama serta Penyakit Tanaman Cabe

Cabe rawit dapat dipanen pada umur 80 – 90 HST (Hari Sesudah Tanam). Cabe rawit dapat dipanen dengan dua langkah, yakni dipanen untuk cabe rawit hijau serta untuk cabe rawit merah. Cabe rawit dipanen dengan sesuaikan keinginan pasar. Di wilayah Sumatera biasanya warga suka pada cabe rawit hijau serta tidak suka pada cabe rawit merah. Sesaat di Pulau Jawa beragam, cabe rawit dapat dipanen hijau atau dipanen untuk cabe rawit merah merah.

Pemanenan seharusnya dilaksanakan pada pagi hari sesudah embun jadi kering. Cabe rawit dapat dipanen tiap 1 minggu sekali. Bila budidaya dilaksanakan secara benar, cabe rawit dapat berproduksi sampai 2 sampai 3 tahun untuk cabe rawit lokal. Sedang tipe cabe rawit hibrida umur produktifnya relatif lebih pendek, yakni di antara 8 sampai 12 bulan. Mudah-mudahan bermanfaat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *