Mengenal lebih dekat kabupaten Bulukumba

Kabupaten Bulukumba mempunyai dataran besar di kaki Gunung Bawakaraeng, Lompobattang, dataran rendah, tepi laut serta laut lepas. Kabupaten di ujung selatan Provinsi Sulawesi Selatan ini populer dengan industri perahu pinisi yang legendaris serta pantai- pantai cantiknya.

Nama Bulukumba, konon berasal dari bahasa Bugis ialah Bulu, Ku serta Mupa. Dalam bahasa Indonesia berarti, masih gunung kepunyaan aku ataupun senantiasa gunung kepunyaan aku. Mitos tentang Bulukumba timbul dekat abad 17 Masehi kala terjalin perang kerabat antara 2 kerajaan besar di Sulawesi, Kerajaan Gowa serta Kerajaan Bone.

Di pesisir tepi laut yang bernama Tana Kongkong, di sana utusan Raja Gowa serta Raja Bone berjumpa. Mereka berunding secara damai serta menetapkan batasan daerah pengaruh kerajaan tiap- tiap. Bangkeng Buki yang berarti kaki bukit, ialah barisan lereng bukit dari Gunung Lompobattang, diklaim pihak Kerajaan Gowa bagaikan batasan daerah kekuasaannya, mulai dari Kindang hingga ke daerah bagian timur.

Tetapi pihak Kerajaan Bone berkeras mepertahankan Bangkeng Buki bagaikan daerah kekuasaannya mulai dari barat hingga ke selatan. Dari kejadian seperti itu setelah itu tercetuslah kalimat dalam bahasa Bugis” Bulukumupa” yang setelah itu pada tingkatan dialek tertentu hadapi pergantian proses bunyi jadi Bulukumba.

Bulukumba yang terletak dekat 153 kilometer dari Makassar, sangat kaya dengan kemampuan wisata alam, bahari, sejarah serta budaya, agro ataupun religi. Seluruh tersaji lengkap di kabupaten yang populer dengan perahu pinisi, sampai dijuluki Butta Panrita Lopi, maksudnya Tanah Pakar Perahu.

Tepi laut serta Coral Eksotis

Dalam wisata Bahari, Bulukumba tidak sempat kehilangan destinasi yang eksotik serta keren. Antara lain tepi laut Pasir Putih Bira di kecamatan Bontobahari, Tepi laut Pasir Putih Bara terletak di bagian barat tepi laut bira, pulau Liukang suatu pulau yang terletak di seberang tepi laut pasir putih bira, Pulau Kambing. Terdapat pula Tebing Apparalang buat yang suka panorama tepi laut serta tebing dan menikmati sensasi cliff jumping dari ketinggian kurang lebih 12- 20 m serta masih banyak lagi.

Kuliner Berkuah Sampai Bolu

Tidak hanya menawarkan destinasi wisata alam yang menarik, Bulukumba pula menawarkan destinasi kuliner khas antara lain Coto Kuda, ialah menu khas Bulukumba. Masakannya mirip dengan Coto Makassar, namun memakai daging kuda yang sedikit lebih keras dari daging sapi. Rasanya gurih serta lebih nendang dari Coto Makassar.

Terdapat pula kue Uhu- Uhu, kemilan berbahan tepung yang dibangun jaring- jaring kemudian digoreng serta dilumuri gula merah. Rasanya yang manis serta renyah, sesuai oleh- oleh dari bulukumba. Nah, buat yang doyan dengan bubur, wajib mencicipi Barobo ini. Bubur dengan bahan dasar jagung lezat dimakan bareng lauk ikan asin, kacang, serta bermacam sayur- mayur, jadi santapan khas warga Bulukumba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *